10 Muwashafat / Kriteria-kriteria pribadi muslim


Muwashafat : kriteria - kriteria yang dimiliki peserta tarbiyah. ada 10 muwashafat yang harus dimiliki peserta tarbiyah :

1. Salimul Aqidah (berakidah lurus)

Misalnya :
- tidak meruqyah kecuali dengan ayat - ayat Al-Qur'an yang ma'sur
- tidak berhubungan dengan jin
- tidak minta tolong kepada orang yang berlindung kepada jin
- tidak meramal nasib dengan melihat telapak tangan
- tidak menghadiri majelis dukun dan peramal
- tidak meminta berkah dengan mengusap
- usap kuburan- tidak meminta tolong pada orang yang telah dikubur
- tidak bersumpah dengan selain ALLAH
- tidak tasya'um / merasa sial karena melihat atau mendengar sesuatu
- mengikhlaskan amal untuk ALLAH
- mengimani rukun iman
- beriman kepada nikmat dan siksa kubur
- mensyukuri nikmat ALLAH saat mendapat nikmat
- menjadikan syaithan sebagai musuh
- menerima dan tunduk secara penuh kepada ALLAH dan tida tunduk kepada selain yang diturunkanNya

Baca selengkapnya »

AHDAAF AT TARBIYAH (Tujuan Tarbiyah dalam Dakwah)

 AHDAAF AT TARBIYAH (Tujuan Tarbiyah dalam Dakwah)
1.   Tashawwur al Islam Al Waadhih (Gambaran Islam yang jelas)

Tujuan tarbiyah adalah menggambarkan Islam dengan jelas. Tarbiyah memberikan gambaran Islam dengan benar (shahih) menyeluruh (syamil), sehingga menjadi Islam sebagai pedoman hidup (minhajul hayah).

Islam benar dan menyeluruh pada semua aspek kehidupan, tidka hanya ritual, Islam tidak hanya mengatur akidah dan ibadah, mencakupp juga ideology, politik, ekonomi, budaya, dan masyarakat. Alloh SWT menciptakan manusia dengan aturan yang lengkap dan jelas. Karena itu Islam dijadikan pedoman hidup.

Untuk menjaga gambaran pemahaman Islam yang benar dialkukan melalui tarbiyah, dakwah, dan jihad. Dengan menjaganya berarti menjadikannya sebagai pedoman hidup.

Baca selengkapnya »

Antara Ghibah dan Dusta

ghibah dan dusta
dakwatuna.com - Ghibah dan dusta merupakan dua hal, yang hampir-hampir menjadi fenomena dalam lingkup kehidupan manusia. Seringkali, di manapun manusia berkumpul dan berbicara, tidak luput dari dua hal ini, atau minimal dengan salah satunya. Jika kita perhatikan di kantor, di pasar, di rumah, di kantin atau di manapun juga, baik laki-laki maupun perempuan, senantiasa minimal ghibah (baca; membicarakan orang lain) menjadi tema sentral pembicaraan mereka. Padahal, Allah SWT memerintahkan kepada setiap insan untuk berkomunikasi dan berbicara dengan baik. Dalam salah satu ayatnya Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا*  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا*

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar (baik), niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.
Ayat di atas menggambarkan kepada kita, adanya korelasi yang kuat antara keimanan (baca; ketakwaan) dengan perkataan yang baik. Seseorang yang memiliki keimanan yang baik, insya Allah secara otomatis akan berkomunikasi dan bertutur kata yang baik. Sementara ghibah apalagi dusta termasuk dalam kategori perkataan yang tidak baik. Bahkan dusta masuk dalam kategori dosa-dosa besar.

Baca selengkapnya »

10 Dosa Besar - Yusuf Mansur

Jika dihadapkan kepada kesulitan, biasanya kita menyebutnya ujian, padahal bisa jadi kesulitan tersebut hasil dari dosa-dosa yang kita tanam. simak penuturannya dari Ust. Yusuf Mansur


Hasan Al Bana : "Biarkanlah mereka dengan tuduhan itu, lalu mohonlah agar Allah memberikan kita semua hidayah dan kemenangan"

Hasan Al Bana
"Berbagai organisasi akan membicarakan kalian. Jika mereka membicarakan kalian dengan baik maka bersyukurlah kepada Allah dan hendaklah omongan-omongan tersebut jangan sampai mengaburkan kalian dari kebenaran serta hakikat kalian. Adapun jika pembicaraan tersebut tidak sesuai dan tidak baik maka minta maaflah, dan tunggulah hingga zaman membuka hakikat yang sebenarnya. Janganlah kalian balas dosa itu dengan dosa yang sama. Sekali-kali janganlah kalian disibukkan untuk membalas omongan-omongan tersebut, karena hanya akan menyia-nyiakan kesungguhan kalian. Yakinlah bahwa semua itu tidak akan membuat kalian gentar dan mundur, juga tidak akan merusak kalian, jika kalian bersabar dan bertakwa. Yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.

Baca selengkapnya »

PANJANG ANGAN – ANGAN

panjang angan-angan
Ada empat perkara yang mendatangkan kerugian, yaitu: mata yang tak pernah menangis, hati yang keras, panjang angan-angan, dan rakus terhadap dunia. Panjang angan-angan akan melahirkan sifat malas berbuat taat dan menunda-nunda taubat, berambisi mengejar dunia, lupa terhadap akhirat, dan hati yang keras. Karena hati yang lembut dan bersih terlahir dengan banyak mengingat kematian, kubur, pahala, siksa, dan kedahsyatan hari kiamat.

Baca selengkapnya »

Minhajul Hayyah

Islam adalah celupan Allah SWT (wadh’un ilahi) bagi yang tercerahkan (lidzawil ‘uqulis salimah) untuk menjamin kemaslahatan di dunia dan keselamatan di akhirat (lishalahi ma’asyihim wa ma’adihim).

Syariat Islam adalah perpaduan antara keyakinan dan amal shalih (iman dan islam). Jika islam dan iman terpisah, pertama bermakna kepasrahan secara utuh kepada Allah SWT dan kedua keyakinan secara penuh terhadap keputusan-Nya. Jika iman dan islam menyatu, berimakna islam secara kaffah. Jadi jika iman dan islam terpisah cenderung menyatu dan jika menyatu condong untuk terpisah. Karena kedua-duanya seiring, tidak bisa dipisah-pisahkan.

Amal yang tidak berlandaskan iman sama jeleknya dengan iman yang tidak melahirkan amal. Celakalah orang yang pandai dalam berislam tetapi miskin aplikasi. Karena islam tidak sebatas serimonial tetapi serangkaian amal shalih. Dakwah yang paling efektif adalah melalui muslim yang menjadikan dirinya mushaf berjalan.

Baca selengkapnya »

Postingan Lebih Baru Postingan Lama

Diberdayakan oleh Blogger.