Materi Tarbiyah

DALAM BAHAYA BESAR !!!

Tersebut dalam kitab Ihya’ Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali (450 – 505 H = 1058 – 1111 M) kutipan sebagai berikut:

Telah tersingkap oleh terawangan (kasyaf) para pemilik hati dengan bashiroh keimanan dan cahaya Al-Qur’an bahwa: tidak akan sampai kepada kebahagiaan kecuali dengan ilmu dan ibadah, sebab «semua manusia dalam kebinasaan, kecuali yang berilmu, dan yang berilmu pun semuanya dalam kebinasaan kecuali yang beramal, dan yang beramal pun semuanya dalam kebinasaan kecuali yang yang ikhlas, sedangkan mereka yang ikhlash pun dalam bahaya yang besar, “kecuali mereka yang istiqomah”

Baca selengkapnya »

Empat Masalah dan Solusinya

Taujih Ust. ‘Abd. 'Aziz 'Abd. Rouf Al Hafidz
       ~~~~~~~~~~~~~
       "Empat Masalah
                     & Solusinya"
       ~~~~~~~~~~~~~

١/ إذا ابتُليت بالشهوات فراجع حفاظك على الصلوات
1.Jika antum diuji dengan syahwat & hawa nafsu, periksalah sholat Anda.

Qs. Maryam: 59

ﻓَﺨَﻠَﻒَ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻫِﻢْ ﺧَﻠْﻒٌ ﺃَﺿَﺎﻋُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻭَﺍﺗَّﺒَﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ۖ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﻠْﻘَﻮْﻥَ ﻏَﻴًّﺎ
“Maka datang sesudah mereka suatu keturunan yg mereka telah melalaikan sholat & memperturutkan syahwat hawa nafsunya” 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
٢/ إذا أحسست بالقسوة وسوء الخلق والشقاء وعدم التوفيق
فراجع علاقتك وبرك بأمك

Baca selengkapnya »

HAWA NAFSU DAN SYAHWAT

Ustadz DR Muslih Abdulkarim, LC di Masjid Brimob Kelapa Dua ttg LGBT :

Membiarkan LGBT berarti menyiapkan diri dan bumi tempat kita berpijak utk mendapat murka Allah SWT

Ada dua macam tarikan negatif yg mesti kita kendalikan. Pertama Hawa nafsu, kedua syahwat.

Selama ini dua hal itu kita anggap sama, padahal tidak. Hawa nafsu itu tarikan yg sifatnya ke arah ego. Sedangkan syahwat itu tarikan yang sifatnya fisik/material. Silakan cek al Qur’an.

Baca selengkapnya »

ISTIDRAJ DALAM ISLAM

Istidraj adalah suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.

Jadi, ketika Allah membiarkan kita :
1. Sengaja meninggalkan shalat.
2. Sengaja meninggalkan puasa.
3. Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat dan membuka aurat.
4. Berat untuk bershadaqah.
5. Merasa bangga dengan apa yang dimiliki.
6. Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah.
7. Menganggap enteng perintah- perintah Allah.
8. Merasa umurnya panjang dan menunda-nunda taubat.
9. Tidak mau menuntut ilmu syar'i.
10. Lupa akan kematian.

Baca selengkapnya »

Iltizam, Dampak Buruk Menjauh dari Majelis Ilmu, dan Resign dari Dakwah

Mukadimah

Iltizam adalah suatu komitmen yang lahir dari dalam diri (wa’yu dzati) dan bukan sesuatu yang bersifat kamuflase (kepura-puraan)ataupun paksaan.

Menurut Fathi Yakan,iltizam adalah sebuah komitmen terhadap Islam dari hukum-hukumnya secara utuh dengan menjadikan Islam sebagai siklus kehidupan, tolak pikir dan sumber hukum dalam setiap tema pembicaraan dan permasalahan. Sebagaimana perintah Allah Taala dalam, QS. 2:208 agar seorang muslim masuk ke dalam Islam secara kaffah.

Baca selengkapnya »

Logika awal, Islam-Tauhid-Pembebasan = Acuan Kebenaran

tauhid dan pembebasan

Tauhid melahirkan sifat dinamis > dinamisasi pola pikir, sikap, dan tingkah laku > tauhid yang dinamis-pola pikir aktif-sikap positif-tingkah laku kreatif inovatif.


Pola pikir aktif mampu mewujudkan tata nilai (pranata sosial) yang adaptif, kemudian kondisi yang adaptif akan melahirkan kebudayaan maju serta tercipta sebuah peradaban berkembang dengan kondisi masyarakat yang berdaya saing tinggi. Pada dasarnya Islam merupakan agama sekaligus acuan komponen keumatan yang kompleks dalam upaya mengarahkan suatu tatanan masyarakat progressif-modern. Modernisasi tak selamanya harus identik dengan barat, sistem, beserta paham-pahamnya. Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah kebenaran terbukti mampu menorehkan tinta emasnya sebagai tokoh revolusioner umat manusia sepanjang jaman, dari model sistem sosial ortodoks Jahiliyah.

Baca selengkapnya »

Tauhid dan Makna Pembebasan

tauhid dan makna pembebasan

Pendahuluan


Islam adalah satu-satunya agama yang dipandang dan diyakini oleh pasra pemeluknya memiliki konsep Tauhid yang paling sederhana dan paling murni. Oleh karenanya tafsiran-tafsiran terhadap konsep Tauhid ini begitu beragam. Tauhid juga digunakan okeh para filosof muslim terdahulu sebagai acuan produk filsafatnya ini bisa dicirikan dari hasil karya Ibnu Rushd yang ingin mensucikan Tuhan sesuci-sucinya/membbaskan Tuhan dari unsur makhluk, sehingga timbullah teori emanasi Ibnu Rushd. Tidak hanya itu konsep Tauhid juga dijadikan landasan pergerakan kaum peminis muslim untuk tidak tergantung pada kaum laki-laki(patiriarki).
Bisa kita lihat pengaruh Tauhid terhadap Pemikiran diatas ialah maknanya yang dapat membebaskan/membersihkan/mensucikan. Itulah makna umum yang terkandung dari konsep Tauhid. Baiklah, penyusun akan coba sajikan Tauhid seputar pemaknaannya menurut pendapat beberapa peneliti,pemerhati dan pengkaji. Penyusun akan coba sajikan produk pemikir yang mencoba mengkritisi pemikiran ulama terdahulu.

Baca selengkapnya »

10 Muwashafat / Kriteria-kriteria pribadi muslim


Muwashafat : kriteria - kriteria yang dimiliki peserta tarbiyah. ada 10 muwashafat yang harus dimiliki peserta tarbiyah :

1. Salimul Aqidah (berakidah lurus)

Misalnya :
- tidak meruqyah kecuali dengan ayat - ayat Al-Qur'an yang ma'sur
- tidak berhubungan dengan jin
- tidak minta tolong kepada orang yang berlindung kepada jin
- tidak meramal nasib dengan melihat telapak tangan
- tidak menghadiri majelis dukun dan peramal
- tidak meminta berkah dengan mengusap
- usap kuburan- tidak meminta tolong pada orang yang telah dikubur
- tidak bersumpah dengan selain ALLAH
- tidak tasya'um / merasa sial karena melihat atau mendengar sesuatu
- mengikhlaskan amal untuk ALLAH
- mengimani rukun iman
- beriman kepada nikmat dan siksa kubur
- mensyukuri nikmat ALLAH saat mendapat nikmat
- menjadikan syaithan sebagai musuh
- menerima dan tunduk secara penuh kepada ALLAH dan tida tunduk kepada selain yang diturunkanNya

Baca selengkapnya »

AHDAAF AT TARBIYAH (Tujuan Tarbiyah dalam Dakwah)

 AHDAAF AT TARBIYAH (Tujuan Tarbiyah dalam Dakwah)
1.   Tashawwur al Islam Al Waadhih (Gambaran Islam yang jelas)

Tujuan tarbiyah adalah menggambarkan Islam dengan jelas. Tarbiyah memberikan gambaran Islam dengan benar (shahih) menyeluruh (syamil), sehingga menjadi Islam sebagai pedoman hidup (minhajul hayah).

Islam benar dan menyeluruh pada semua aspek kehidupan, tidka hanya ritual, Islam tidak hanya mengatur akidah dan ibadah, mencakupp juga ideology, politik, ekonomi, budaya, dan masyarakat. Alloh SWT menciptakan manusia dengan aturan yang lengkap dan jelas. Karena itu Islam dijadikan pedoman hidup.

Untuk menjaga gambaran pemahaman Islam yang benar dialkukan melalui tarbiyah, dakwah, dan jihad. Dengan menjaganya berarti menjadikannya sebagai pedoman hidup.

Baca selengkapnya »

PANJANG ANGAN – ANGAN

panjang angan-angan
Ada empat perkara yang mendatangkan kerugian, yaitu: mata yang tak pernah menangis, hati yang keras, panjang angan-angan, dan rakus terhadap dunia. Panjang angan-angan akan melahirkan sifat malas berbuat taat dan menunda-nunda taubat, berambisi mengejar dunia, lupa terhadap akhirat, dan hati yang keras. Karena hati yang lembut dan bersih terlahir dengan banyak mengingat kematian, kubur, pahala, siksa, dan kedahsyatan hari kiamat.

Baca selengkapnya »

Minhajul Hayyah

Islam adalah celupan Allah SWT (wadh’un ilahi) bagi yang tercerahkan (lidzawil ‘uqulis salimah) untuk menjamin kemaslahatan di dunia dan keselamatan di akhirat (lishalahi ma’asyihim wa ma’adihim).

Syariat Islam adalah perpaduan antara keyakinan dan amal shalih (iman dan islam). Jika islam dan iman terpisah, pertama bermakna kepasrahan secara utuh kepada Allah SWT dan kedua keyakinan secara penuh terhadap keputusan-Nya. Jika iman dan islam menyatu, berimakna islam secara kaffah. Jadi jika iman dan islam terpisah cenderung menyatu dan jika menyatu condong untuk terpisah. Karena kedua-duanya seiring, tidak bisa dipisah-pisahkan.

Amal yang tidak berlandaskan iman sama jeleknya dengan iman yang tidak melahirkan amal. Celakalah orang yang pandai dalam berislam tetapi miskin aplikasi. Karena islam tidak sebatas serimonial tetapi serangkaian amal shalih. Dakwah yang paling efektif adalah melalui muslim yang menjadikan dirinya mushaf berjalan.

Baca selengkapnya »

AHAMMIYYAH TARBIYAH

L.1. AHAMMIYYAH TARBIYAH

Sasaran :
  • Memahami pentingnya tarbiyah dalam membentuk khairu ummah dan akibat-akibat yang ditimbulkan karena tidak adanya tarbiyah.
  • Mengetahui dan memahami marhalah yang ditempuh Rasulullah SAW dalam menjalankan tarbiyah.
  • Menyadari bahwa terbentuknya tarbiyah yang benar dapat memberikan kebahagiaan yang besar dalam kehidupan ummat.

Baca selengkapnya »

Postingan Lama

Diberdayakan oleh Blogger.