Kisah Inspiratif

Film "Rindu Sang Murabbi"

Film dokumenter Biopic tentang Ust. Rahmat Abdullah (Alm) yang didukung oleh Ust. Hidayat Nur Wahid, Ust. Arifin Ilham, Ust. Ruslan, Ust. Izzudin, Helvy Tiana Rosa dll akan membangkitkan kembali semangat berdakwah, yang mengingatkan kita untuk terus berjuang dijalan dakwah, sekaligus mengobati rindu kita pada sosok 'Sang Murobbi' dan menyegarkan kita kembali akan impian dan cita-citanya.

Pemutaran Film ini dapat anda saksikan berkat kerjasama Empower Indonesia Pictures bekerjasama dengan InsanMu Organizer.

Baca selengkapnya »

Indahnya Halaqah

dakwatuna.com – Sebelum mengikuti halaqah, saya dibayang-bayangi cerita indah oleh salah seorang teman yang sudah terlebih dahulu mengikuti halaqah. Maka kemudian ekspektasi saya begitu tinggi, mendapatkan murabbi yang menyenangkan, pengertian, supel, asik, pokoknya murabbi ideal. Sampai suatu ketika Allah memberikan pelajaran kepada saya, bahwa tarbiyah bukanlah tentang siapa murabbi kita, melainkan bagaimana kita bisa berada dalam satu jamaah kebaikan. Kurang lebih 4 tahun saya menjalani halaqah yang saya sebut halaqah tidak ideal, materi yang disampaikan itu-itu saja, murabbi gak asik, temen halaqahnya juga gak asik, kadang hanya ketemu, curhat pulang, halaqah yang datang Cuma 3 orang. Bukan halaqah seperti itu yang saya rindukan, saya merindukan halaqah yang diisi dengan materi-materi yang menambah pengetahuan keislaman saya, halaqah yang benar-benar saya rindukan, jika dalam sepekan tidak menghadirinya bukan justru perasaan biasa-biasa saja saat tidak hadir dalam halaqah.

Baca selengkapnya »

Money is Yours But Resources Belong To The Society


restoran jerman

Jerman adlh sbuah negara industri terkemuka. Di negara spt ini, byk yg mngira warganya hidup foya2. Ktika sy tiba di Hamburg, sy brsama rekan2 msk ke restoran. Kami lihat byk meja kosong. Ada satu meja dimana spasang anak muda sdg makan. Hanya ada 2 piring mkanan & 2 kaleng bir di meja mereka. 

Baca selengkapnya »

Kejadian Aneh Datang setelah Tinggalkan Dunia Riba

meninggalkan riba


SESEORANG di Negara Uni Emirat Arab telah bercerita kepada Abu Abdirrahman secara pribadi. Dia berkata,

“Aku dahulu bekerja di bank ribawi, dan aku sudah sering mendengar bahwa bunga bank itu haram, dan
bekerja di bank seperti ini adalah tidak boleh. Maka karena itu aku memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan tersebut. Dengan bertawakal kepada Allah akhirnya aku keluar. Padahal waktu itu aku belum memiliki pekerjaan pengganti. Akhirnya aku pun menganggur. 

Baca selengkapnya »

Postingan Lama

Diberdayakan oleh Blogger.